• Convallis consequat

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

  • Augue nullam mauris

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

  • anaku tersayang

    dfbdfbgdhfgbfbjdrgrgrgrgtrtrtr

  • Primis volutpat tempor

    Lorem ipsum integer tincidunt quisque tristique sollicitudin eros sapien, ultrices primis volutpat tempor curabitur duis mattis dapibus, felis amet faucibus...

Senin, 17 Februari 2014

Senin, 26 Maret 2012

Berita 15

UPTD dan Puskewan tetap Melakukan Faksin

Hu’u – Kesadaran masyarakat akan pentingnya faksinasi terhadap hewan ternak dan unggas peliharaannya ternyata masih kurang, pasalnya dari semua desa yang dijadwalkan akan dilakukan faksinasi hewan ternak dan unggas oleh Puskeswan Kecamatan Hu’u, hanya beberapa desa yang sudah siap, hal ini diperparah oleh tindakan oknum aparat Desa yang seolah masa bodoh dengan hal tersebut, buktinya banyak masyarakat pemilik hewan ternak dan unggas yang tidak tahu akan adanya petugas faksinasi dari puskeswan Kecamatn hu’u yang akan turun kelapangan untuk melakukan faksinasi, terlebih saat ini banyak hewan ternak terutama kambing yang sedang terserang penyakit scabies atau gatal-gatal, padahal sebelumnya pihak puskeswan sudah membagikan jadwal faksin kepada setiap Desa,

Kepala Puskeswan Kecamatan Hu’u Muh. Saleh, S.Pt yang ditemui Koran pagi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya sudah membagikan jadwal faksinasi ke semua Desa yang ada di kecamatan Hu’u, namun diapun heran ketika banyak pemilik ternak yang mengaku tidak tahu akan adanya petugas yang akan melakukan faksinasi.

“sebelumnya kami sudah membagikan jadwal faksinasi ke semua Desa yang ada di kecamatan Hu’u, dengan harapan bahwa pemerintah Desa memberitahukan jadwal itu kepada masayarakat agar kiranya pada waktu yang ditentukan semua ternak dikumpulkan di satu tempat untuk dilakukan pemeriksaan dan faksinasi oleh petugas, namun ternyata banyak masyarakat yang mengaku tidak tahu akan jadwal itu, kami heran entah kesadaran masyarakatnya kurang atau memang tidak di beritahukan oleh pemerintah Desa”

Meski demikian pihak puskeswan mengaku berhasil melakukan faksinasi kesemua Desa sesuai jadwal yang ditentukan. Kedepan pihaknya berharap adanya koordinasi yang baik antara pemeintah desa dengan masyarakat setempat ketika mendapatkan jadwan faksinasi sehingga tidak adalagi keluhan masyarakat yang mengatakan bahwa mereka tidak tahu akan adanya faskinasi tersebut. (op)

Puskewan Butuh Dokter dan Fasilitas

Hu’u – Untuk menunjang program Bumi Sejuta Sapi (BSS) beberapa kegiatan telah dilakukan oleh Puskeswan Kecamatan Hu’u antara lain pelayanan langsung ke masyarakat seperti melayani ternak yang akan dilakukan Inseminasi Buatan (IB), Kastrasi (kebiri sapi, kambing), pengobatan terhadapa ternak-ternak yang sakit, melakukan faksinasi ternak besar maupun kecil dan pemberantasan scabies atau penyakit gatal-gatal pada kambing dan ternak lain.

Kegiatan ini telah dilakukan oleh tim dari Puskeswan Kecamatan Hu’u, meski bermodal alat seadanya dan tampa Dokter Hewan, tim yang berjumlah 9 orang terdiri dari 3 orang PNS termasuk Kepala UPTD dan Kepala Puskeswan, 1 orang CPNS, 2 tenaga Honor Dinas dan 3 orang tenaga sukarela ini mampu melayani sekian banyak masyarakat dan ternak yang ada di Kecmatan Hu’u,

Meski deimikan kegiatan ini dinilai kurang maksimal karena tidak didampingi oleh seorang Dokter Hewan yang mampu memberikan diagnosa yang tepat terhadap jenis penyakit yang terdapat pada hewan ternak, ironisnya dokter hewan yang dibutuhkan dilapangan malah ditumpuk di kantor Dinas Peternakan Kabupaten, tidak heran jika sering terjadi kesalahan dagnosa terhadap hewan ternak masyarakat, keberadaan Dokter Hewan sangat dibutuhkan ditingkat lapangan, ketidak adaan Dokter Hewan pun terjadi di Puskeswan Kecamatan Hu’u.

Demikain yang diungkapkan Kepala Puskeswan Kecamatan Hu’u Muh Saleh, S.Pt ketika ditemui Koran pagi (15/10/2011) kemarin, dia mengatakan bahwa pihaknya merasa kesulitan untuk melakukan diagnosa terhadap hewan ternak milik masyarakat, karena personil yang tergabung dalam tim itu tidak ada yang bergelas Dokter Hewan.
“kalau kami salah melakukan diagnosa terhadap hewan ternak milik warga, siapa yang akan bertanggung jawab, kesalahan diagnosa bisa saja terjadi karena kami bukan Dokter, Dokter Hewan yang seharunya berada dilapangan kenapa ditumpuk di Kantor Dinas? kami butuh Dokter Hewan untuk membantu tugas kami”

Penempatan petugas Dokter Hewan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Dompu pun ditengarai tidak merata, dibeberapa Kecamatan Puskeswannya di pimpin oleh Seorang bergelar Dokter Hewan, namun dibeberapa Kecamatan lain malah tidak terdapat Dokter Hewan, hal ini tentusaja tidak sejalan dengan program Bumi Sejuta Sapi (BSS) dan Sapi Jagung Rumput Laut (PIJAR) yang saat ini sedang genjar di kampanyekan oleh pemerintah, kondisi ini diperparah dengan ditariknya beberapa Dokter Hewan dari Puskeswan Ke Kantor Dinas Peternakan Kabupaten, padahal para Dokter ini sudah di SK-kan Oleh Bupati Dompu untuk ditempatkan ke Puskeswan-Puskeswan yang ada di seluh Kecamatan.

Selain itu Puskeswa Kecamatan Hu’u juga butuh fasilitas penunjang untuk kelancaran kegiatan pelayan mereka terhadap masyarakat di lapangan, seperti kendaraan roda dua untuk operasional dilapangan, Komputer untuk membuat laporan dan administrasi lainnya dan peralatan Laboratorium Puskeswan untuk melakukan pemeriksaan. Selama ini, petugas puskeswan melakukan kegiatan mereka dengan menggunakan fasilitas pribadi dan seadanya, sehingga pelayanan terhadap masyarakat kurang maksimal. (op)

Senin, 24 Oktober 2011

Berita 15

UPTD dan Puskewan tetap Melakukan Faksin

Hu’u – Kesadaran masyarakat akan pentingnya faksinasi terhadap hewan ternak dan unggas peliharaannya ternyata masih kurang, pasalnya dari semua desa yang dijadwalkan akan dilakukan faksinasi hewan ternak dan unggas oleh Puskeswan Kecamatan Hu’u, hanya beberapa desa yang sudah siap, hal ini diperparah oleh tindakan oknum aparat Desa yang seolah masa bodoh dengan hal tersebut, buktinya banyak masyarakat pemilik hewan ternak dan unggas yang tidak tahu akan adanya petugas faksinasi dari puskeswan Kecamatn hu’u yang akan turun kelapangan untuk melakukan faksinasi, terlebih saat ini banyak hewan ternak terutama kambing yang sedang terserang penyakit scabies atau gatal-gatal, padahal sebelumnya pihak puskeswan sudah membagikan jadwal faksin kepada setiap Desa,

Kepala Puskeswan Kecamatan Hu’u Muh. Saleh, S.Pt yang ditemui Koran pagi beberapa waktu lalu mengatakan bahwa pihaknya sudah membagikan jadwal faksinasi ke semua Desa yang ada di kecamatan Hu’u, namun diapun heran ketika banyak pemilik ternak yang mengaku tidak tahu akan adanya petugas yang akan melakukan faksinasi.

“sebelumnya kami sudah membagikan jadwal faksinasi ke semua Desa yang ada di kecamatan Hu’u, dengan harapan bahwa pemerintah Desa memberitahukan jadwal itu kepada masayarakat agar kiranya pada waktu yang ditentukan semua ternak dikumpulkan di satu tempat untuk dilakukan pemeriksaan dan faksinasi oleh petugas, namun ternyata banyak masyarakat yang mengaku tidak tahu akan jadwal itu, kami heran entah kesadaran masyarakatnya kurang atau memang tidak di beritahukan oleh pemerintah Desa”

Meski demikian pihak puskeswan mengaku berhasil melakukan faksinasi kesemua Desa sesuai jadwal yang ditentukan. Kedepan pihaknya berharap adanya koordinasi yang baik antara pemeintah desa dengan masyarakat setempat ketika mendapatkan jadwan faksinasi sehingga tidak adalagi keluhan masyarakat yang mengatakan bahwa mereka tidak tahu akan adanya faskinasi tersebut. (op)

Puskewan Butuh Dokter dan Fasilitas

Hu’u – Untuk menunjang program Bumi Sejuta Sapi (BSS) beberapa kegiatan telah dilakukan oleh Puskeswan Kecamatan Hu’u antara lain pelayanan langsung ke masyarakat seperti melayani ternak yang akan dilakukan Inseminasi Buatan (IB), Kastrasi (kebiri sapi, kambing), pengobatan terhadapa ternak-ternak yang sakit, melakukan faksinasi ternak besar maupun kecil dan pemberantasan scabies atau penyakit gatal-gatal pada kambing dan ternak lain.

Kegiatan ini telah dilakukan oleh tim dari Puskeswan Kecamatan Hu’u, meski bermodal alat seadanya dan tampa Dokter Hewan, tim yang berjumlah 9 orang terdiri dari 3 orang PNS termasuk Kepala UPTD dan Kepala Puskeswan, 1 orang CPNS, 2 tenaga Honor Dinas dan 3 orang tenaga sukarela ini mampu melayani sekian banyak masyarakat dan ternak yang ada di Kecmatan Hu’u,

Meski deimikan kegiatan ini dinilai kurang maksimal karena tidak didampingi oleh seorang Dokter Hewan yang mampu memberikan diagnosa yang tepat terhadap jenis penyakit yang terdapat pada hewan ternak, ironisnya dokter hewan yang dibutuhkan dilapangan malah ditumpuk di kantor Dinas Peternakan Kabupaten, tidak heran jika sering terjadi kesalahan dagnosa terhadap hewan ternak masyarakat, keberadaan Dokter Hewan sangat dibutuhkan ditingkat lapangan, ketidak adaan Dokter Hewan pun terjadi di Puskeswan Kecamatan Hu’u.

Demikain yang diungkapkan Kepala Puskeswan Kecamatan Hu’u Muh Saleh, S.Pt ketika ditemui Koran pagi (15/10/2011) kemarin, dia mengatakan bahwa pihaknya merasa kesulitan untuk melakukan diagnosa terhadap hewan ternak milik masyarakat, karena personil yang tergabung dalam tim itu tidak ada yang bergelas Dokter Hewan.
“kalau kami salah melakukan diagnosa terhadap hewan ternak milik warga, siapa yang akan bertanggung jawab, kesalahan diagnosa bisa saja terjadi karena kami bukan Dokter, Dokter Hewan yang seharunya berada dilapangan kenapa ditumpuk di Kantor Dinas? kami butuh Dokter Hewan untuk membantu tugas kami”

Penempatan petugas Dokter Hewan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Dompu pun ditengarai tidak merata, dibeberapa Kecamatan Puskeswannya di pimpin oleh Seorang bergelar Dokter Hewan, namun dibeberapa Kecamatan lain malah tidak terdapat Dokter Hewan, hal ini tentusaja tidak sejalan dengan program Bumi Sejuta Sapi (BSS) dan Sapi Jagung Rumput Laut (PIJAR) yang saat ini sedang genjar di kampanyekan oleh pemerintah, kondisi ini diperparah dengan ditariknya beberapa Dokter Hewan dari Puskeswan Ke Kantor Dinas Peternakan Kabupaten, padahal para Dokter ini sudah di SK-kan Oleh Bupati Dompu untuk ditempatkan ke Puskeswan-Puskeswan yang ada di seluh Kecamatan.

Selain itu Puskeswa Kecamatan Hu’u juga butuh fasilitas penunjang untuk kelancaran kegiatan pelayan mereka terhadap masyarakat di lapangan, seperti kendaraan roda dua untuk operasional dilapangan, Komputer untuk membuat laporan dan administrasi lainnya dan peralatan Laboratorium Puskeswan untuk melakukan pemeriksaan. Selama ini, petugas puskeswan melakukan kegiatan mereka dengan menggunakan fasilitas pribadi dan seadanya, sehingga pelayanan terhadap masyarakat kurang maksimal. (op)

Minggu, 23 Oktober 2011

Berita 14

Siswa Hu’u lakukan Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia

Hu’u – Tanggal 15 Oktober lalu diperingati sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia, tentu saja di berbagai wilayah di belahan dunia ini melakukan hal yang sama, di Indonesia-pun demikian, tidak ketinggalan di Kabupaten Dompu, tepat tanggl 15 Oktober kemarin Peringatan Hari Cuci Tangan Pakai sabun Sedunia di Dompu pelaksanaan kegiatannya di pusatkan di Desa Sawe Kecamatan Hu’u. acara ini selain dihadiri oleh Pejabat pemerintah kabupaten Dompu, unsur Muspika Kecamatan Hu,u dan Kepala Desa Se Kecamatan Hu’u, juga melibatkan sejumlah elemen masyarakat termasuk Kepala Sekolah, Guru dan siswa SD, SMP dan SMA.

Kegiatan yang bertajuk Cuci Tangan Pakai Sabun – Kebiasaan Kecil Berdampak Besar ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Dompu, Forum Pemberantasan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (FPKBABS) Kecmatan Hu’u, Air Minun dan Penyehatan Lingkungan (APL), Dinas Kesehatan, dan Plan Indonesia PU Dompu.

Meski kegiatan ini terselenggara atas kerjasamanya dengan Pemerintah Kabupaten Dompu dan Lembaga besar lainnya, namun kegiatan ini sepenuhnya didanai oleh Plan Indonesia PU Dompu, demikian yang disampaikan Ketua Panitia Nasrun Ibnu. Dalam laporannya dia mengatakan bahwa anggaran yang di sediakan Plan Indonesia PU Dompu sebesar Rp. 14.126.00 itu tidak seimbang dengan besarnya kegiatan yang telah dilaksanakan selama empat hari, namun lanjutnya pihaknya merasa bersyukur dengan anggaran yang ada bias melaksanakan kegiatan tersebut. “kegiatan ini semuanya didanai oleh Plan Indonesia PU Dompu, alhamudillah semua anggaran terpakai habis meski sebenarnya tidak seimbang dengan besarnya kegiatan ini”
Lalu kenapa peringatan hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ini dipusatkan di Desa Sawe?

Munurut Ketua Forum Pemberantasan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (FPKBABS) Kecmatan Hu’u Abdul Sikin dalam sambutannya mengatakan bahawa Desa Sawe adalah satu-satunya Desa yang ada di Kabupaten Dompu yang pertama kali mendeklarasikan telah terbebas dari Buang Air Besara (BAB) Sembarangan. Sejak dideklarasikannya tanggal 26 Agustus 2008 lalu, Desa Sawe telah terbebas dari BAB Sembarangan ini terjadi atas kerjasama semua elemen masyarakat yang ada di Desa Sawe dan dukungan penuh dari Plan Indonesia PU Dompu, dihadapan Pejabat Bupati Dompu Dia berharap agar pemerintah Daerah kabupaten Dompu dapat memberikan dukungan baik moril maupun berupa materil dan fasilitas pendukung lainnya untuk memperjuangkan Dompu kedepan agar tidak lagi saling mengkonsumsi kotoran antar sesama.

“kami butuh bantuan dana dan fasilitas pendukung lainnya agar perjuangan kami untuk menjadikan Dompu terbebas dari BAB sembarangan bias terwujud, insya Allah tahun 2012 mendatang kami punya rencana untuk mendeklarasikan Kecamatan Hu’u terbebas dari Buang Air besar Sembarangan”

Ditempat yang sama, Camat Hu’u M. Yasin, S.Sos.MM dalam sambutannya memberikan pengertian kepada masyarakat akan pentingnya hidup sehat, kerana menurutnya bahwa sehat lebih berharga dari harta apapun, diapun merasa bangga dan berterima kasih kepada Bupati Dompu, karena telah mempercayakan Kecamatan Hu’u untuk menjadi tuan rumah untuk melaksanakan kegiatan peringatan cuci tangan pakai sabun sedunia.
“kami bangga, karena dari delapan kecamatan dan sekian banyak Desa yang ada di Kabupaten Dompu ini, hanya Desa Sawe Kecamatan Hu’u yang dipercaya untuk menyelenggarakan kegiatan ini” (op)

Petani Keluhkan Harga Jagung yang Kian Menurun

Hu’u – sebagian besar petani jagung yang ada di Kecamatan Hu’u mulai mengeluhkan harga jagung yang kian menurun hingga mencapai angka Rp. 2000 rupiah/Kg, apalagi besarnya biaya produksi yang harus dikeluarakan yang tidak sesuai dengan penghasilan, hal ini tentu saja tidak sesuai dengan pernyataan beberapa pejabat yang mengatakan bahwa bertani jagung tidak membutuhkan biaya yang besar, karena tidak perlu melakukan penyiangan seperti padi dan tanaman yang lain.

Mungkin memang tidak ada biaya yang dikeluarkan untuk penyiangan, karena bertani jagung mungkin tidak perlu melakukan penyiangan, namun pada saat persiapan lahan, penanaman, pemupukan sampai panen dan penanganan paska panen tentu saja membutuhkan tenaga yang banyak dan biaya yang tidak sedikit.

kondisi ini diperparah dengan adanya permainan timbangan yang diduga sengaja di dilakukan oleh beberapa oknum pembeli untuk mendapatkan keuntungan yang besar, menurut pengalaman petani, biasanya satu karung pupuk jagung yang sudah digiling beratnya bisa mencapai 100 Kg, itu artinya satu karung besar beratnya bisa mencapai 200 Kg, pada saat ditimbangpun, pembeli melakukannya dengan cepat seolah tidak transparan karena tidak diperlihatkan kepada petani penjual dan hanya menyebutkan berapa berat timbangan tersebut, parahnya lagi, penimbangan tidak dilakukan perkarung, tapi ditumpuk hingga mencapi tiga karung yang menyebabkan petani merasa kebingungan dengan cara pembeli. hal ini tentusaja membuat petani jagung merasa dirugikan.

“biasanya satu karung kecil isi 50Kg pupuk berat jagung bisa mencapai 100 Kg, namun pada saat ditimbang kok ringan yah?, kemarin saya timbang dua karung sekaligus ditumpuk beratnya hanya mencapai 220 Kg, artinya rata-rata satu karung jagung beratnya hanya 110 Kg” demikian keluh serang petani kepada Koran pagi beberapa waktu lalu.

Beberapa petanipun mulai mepertanyakan keseriusan pemerintah dalam membeli hasil panen jagung mereka seperti janji para petinggi pemerintah ketika mendeklarasikan program pijar beberapa waktu lalu, informasi yang kami himpun, saat itu pemerintah telah menyiapkan perusahaan daerah yang akan membeli hasil panen jagung dengan timbangan yang pas, namun yang terjadi di lapangan malah berbeda dengan yang diharapakan, lantas kemana perginya perusda tersebut.?

“katanya ada perusahaan Daerah yang akan membeli hasil jagung” ucap petani lain
Merasa bertani jagung bak besar pasak daripada tiang, tidak sedikit dari petani yang ingin beralih menanam kacang hijau, mereka menilai disamping harnganya yang cukup menjanjikan, pemeliharaan sampai penanganan paska panenpun tidak membutuhkan tenaga dan biaya yang besar.
“kalau musim kering begini lebih baik menanam kacang hijau, lebih mudah dan biayanya sedikit, kita hanya tebar benih, tunggu berbunga, disemprot dan tinggal tunggu panen”

Beberapa petani berharap, kedepan pemerintah Kabupaten Dompu lebih serius menangani dan memberli hasil panen jangung mereka, dengan harga yang masuk akal dan timbangan yang pas,

“harapan kami pemerintah melalui Perusahaan Daerah lebih serius membeli hasil panen kami dengan harga yang wajar dan timbangan yang pas, bila perlu menggunakan timbangan elektronik, sehingga tidak adalagi petani yang mengeluh dan merasa dirugikan” demikian ucap seorang petani yang ditemui Koran pagi beberapa waktu lalu. (op)

Selasa, 11 Oktober 2011

Berita 13

2012 Marada Bakal Definitif

Hu’u – Penantian panjang masyarakat atas perubahan statusnya dari Persiapan menjadi Definitif selama hampir satu tahun kayaknya akan terwujud pasalnya di Tahun 2012 mendatang Desa Persiapan Marada Kecamatan Hu’u satatusnya akan berubah menjadi Desa Definitif, rencana perubahan status ini didasari oleh tercovernya Desa Persiapan Marada dalam APBD-Perubahan untuk tahun anggaran 2012 termasuk didalamnya 14 desa yang akan melakukan pilkades, dua desa persiapan lainnya yaitu Desa Persiapan Nanga Kara Kecamatan Pekat dan Desa Persiapan Temba Lae Kecamatan Pajo juga merupakan Desa yang akan didevinitifkan

Demikian yang di sampaikan anggota komisi II DPRD dari partai PKS Abdullah, S.Kel ketika berdialog dengan Masyarakat Marada usai solat jum’at di Masjid Nurul Iman Dusun Tenga Desa Persiapan Marada (07/10/11) kemrain, dalam dialognya dia mengatakan bahwa dalam APBD-Peruhanan tahun anggaran 2012 suda disiapkan anggaran untuk pemilihan kepala Desa sebesar 140 juta rupiah dan masing – masing Desa mendapat jatah 10 juta rupiah, artinya tahun 2012 mendatang 14 Desa akan melakukan pemilihan Kepada Desa termasuk didalamnya Desa Persiapan Marada, itu artinya Desa Marada akan menjadi desa didefinitif.

“Tahun depan 14 Desa akan melakukan pemilihan Kepala Desa termasuk didalamnya Desa Persiapan Marada, harapan saya mulai sekarang benahi semua kekurangan karena itu akan menjadi penilaian termasuk kesiapan infra struktur Kantor Desa, Kesiapan Aparatur pemerintahan Lebih-lebih kesiapan masyarakat itu sendiri, paling telat pelaksnaannya bulan Desember 2012” katanya

Dia melanjutkan, meski sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan, bukan tidak mungkin rencana ini akan di undur sampai waktu yang belum ditentukan dan Desa ini akan menempel pada Desa induk kalau Desa Persiapan ini dinilai belum siap untuk didefinifkan, meski infra struktur kantor Desa sudah siap namun kesiapan aparatur Desa sangat diaharapkan karena menyangkut pelayan terhadap public.

Perubahan satatus ini tentu saja membuat sebagian besar masyarakat Desa Persiapan Marada merasa senang meski disana-sini masih banyak kekurangan yang harus dibenahi untuk menunjang rencana ini, termasuk ketersediaan air bersih untuk menunjang kebutuhan masyarakat, sayangnya untuk menanggulangi kebutuhan masayarakat akan air besih saat ini belum ada langkah kongrit dari pemerintahan Desa setempat, perkembangan kesejateraan masyarakat dan penataan lingkungan yang bersih dan teraturpun terkesan jalan ditempat itu menandakan adanya indikasi belum adanya kesiapan dari aparatur Desa sendiri untuk melayani masyarakat secara utuh. (op)

Kepsek SDN No. 9 Hu’u Pertanyakan Kendaraan Dinas

Hu’u – Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) No. 9 Hu’u, Drs. H. Muhtar Yakub mempertanyakan kendaraan Dinas sebagai kendaraan operasionalnya yang sempat ditarik oleh petugas pemerintah Kabupaten Dompu sekitar tahun 2008 lalu, kendaraan dinas ini ditarik karena dinilai sudah tidak layak lagi untuk dijadikan kendaraan operasional kepala sekolah dan kendraan ini akan diganti dengan kendaraan yang baru, namun sampai saat ini kendaraan dinas baru yang dijanjikan belum datang juga.

Kendaraan dinas ini menurutnya sangat membantu dalam mempermudah segala aktifitanya, mengingat tempat tinggalnya yang sangat jauh dari sekolah, untuk sampai ke Sekolahnya setiap hari dirinya harus menempuh perjalanan mencapi 20 km, belum lagi ketika ada urusan di kantor Dinas Dikpora Kabupaten.

“bagi kami, kendaraan dinas ini sangat membantu dalam mempermudah aktifitas kami, apalagi yang rumahnya jau dari sekolah, segala sesuatunya harus dilaksanakan secara tepat dan efisien, kalau tidak maka banyak waktu yang terbuang percuma”
Namun sejak ditariknya Kendaraan Dinas tersebut membuat semua aktifitasnya terganggun dan serba terlambat, hal ini diakui pak muhtar ketika ditemui Koran pagi sabtu (08/10/11) kemarin, dia mengatakan bahwa segala aktifitasnnya tidak bisa dilaksanakan secara cepat dan efisien mengingat tidak ada fasilitas pendukung yang di berikan, dia pun mempertanyakan kendaraan dinas baru yang dijanjikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Dompu ketika menarik kendaraan Dinas lamanya tiga tahun silam, dia menambahkan setiap hari dirinya terpaksa harus naik ojek ketika berangkat kesekolah.

“aktifitas saya selalu terbatas, sekitar tiga tahun silam kendaraan dinas saya di tarik, karena dinilai sudah tidak layak dan dijanjikan akan diganti dengan kendaraan baru, namun sampai saat ini kendaraan yang dijanjikan itu belm ada, kenapa sampai saat ini kendaraan dinas itu belum diganti” tanyanya. (op)

Berita 12

Ponpes Al-Rasyid gelar Mabin

Hu’u – Selama tiga hari berturut-turut dari tanggal 04 – 06 Oktober 2011 Yayasan Pendidikan Lodo Persada Nusantara (YPLPN) Pondok Pesantren Al-Rasyid akan menggelar acara Malam Bina Iman dan Taqwa khusus untuk para siswa yang ada di Ponpes Al-Rasyid mulai dari siswa MI, MTS sampai MA bertempat di pondok pesantren Al Rasyid Desa Sawe Kecamatan Hu’u, kegiatan ini sudah menjadi kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali dan saat ini sudah masuk ke tahun kedua, selain itu, kegiatan ini merupakan program unggulan yang ditawarkan Pondok Pesantren Al-Rasyid untuk meningkatkan nilai tawarnya kepada masyarakat umum sehingga memiliki daya tarik tersendiri dan menjadikan sekolah ini berbeda dengan yang lain.

Meski dalam perjalanannya, setelah didirikan sekitar tahun 2002 lalu, Ponpes ini kerapkali menemui berbagai macam masalah, terutama berkaitan dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini, namun dengan berbagai macam program unggulan seperti yang sedang dilaksanakan saat ini membuat sekolah ini menjadi sekolah yang termasuk difavoritkan di kecamatan Hu’u

“dulu kami harus mendatangi rumah warga satu persatu untuk mendaftarkan ankanya masuk kesekolah ini, namun dengan program Bina Iman dan Taqwa ini, kami malah kelebihan siswa, dan saat ini ada dua kelas gemuk” demikian yang diungkapkan Ketua Yayasan Jurjis, S.Pdi ketika ditemui diponpes kemarin malam (04/10/2011).

Selain meningkatkan kemampuan dan kedisiplinan Siswa Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan Iman dan Taqwa serta merubah watak, perilaku, dan akhlak para siswa yang berada di Pondok Pesantren Al-Rasyid ini menjadi lebih baik lagi, hal ini diungkapkan ketua Yayasan Pendidikan Lodo Persada Nusantara (YPLPN) Jurjis, S.Pdi ketika ditemui Koran Pagi di sela-sela kegiatan (04/10/2011) malam kemarin, dia melanjutkan selama kegiatan berlangsung semua siswa harus mengikuti semua kegiatan sehingga mengharuskan mereka untuk menginap di sekolah mengingat jadwal kegiatan yang begitu padat. “Siswa di wajibkan untuk menginap di sekolah karena jadwal kegiatan yang begitu padat, waktu istirahatnya hanya saat solat dan tidur”
Selama tiga hari pelaksaannya, berbagai macam kegiatan bernuansa keagamaan sudah dijadwalkan, mulai dari malam pertama kegiatan setelah pembukaan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan solat berjamaah dan kegiatan ceramah yang diisi oleh beberapa siswa dan para ustat ¬¬¬¬sampai memasuki waktu istirahat, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan dini hari yang diawali dengan persiapan solat tahajjud dan dilanjutkan dengan berbagai macam kegiatan keagamaan dengan jadwal yang sangat padat sampai istirahat malam, demikian seterusnya sampai hari terakhir. Untuk kegiatan belajar mengajar dipagi hari ditiadakan karena akan focus pada kegiatan yang sedang dilaksanakan sekarang, namun setelah kegiatan ini berakhir proses belajar mengajar akan berjalan sepertia biasanya

Sebelum kegiatan ini dilaksanakan pihak pondok pesantren sudah bersurat kepada wali murid untuk meminta ijin terkait pelaksanaan kegiatan dimaksud, ini bertujuan untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman antara wali murid dan pihak pengelola pesantren mengingat kegiatan ini mengharuskan siswanya untuk nginap di sekolah, namun bila ada wali murid yang keberatan, pihak pesantren akan mendatanginya dan memberikan pemahaman terhadap wali murid tersebut. “kami sudah minta iji, kalau ada wali murid yang keberatan anaknya menginap di pesantren kami datangi dan berikan penjelasan”

Dalam pelaksanaannya, seluruh biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan ini ditanggung oleh pihak Yayasan, hanya beras yang dibebankan kepada siswa untuk meringankan beban yayasan. (op)

Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kunjungi SLI dan Berdialog dengan Petani

Hu’u – Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Dompu Ir Ruslan selasa (04/10/2011) kemarin melakukan kunjungan lapangan memantau pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang Iklim yang dilaksanakan Bidang Pengelolaan Lahan dan Air (PLA) di P3A Sonco Lopi Desa Sawe Kecamatan Hu’u, Kehadiran Kepala Dinas yang mendadak tersebut disambut hangat dan antusias oleh semua anggota P3A yang hadir saat itu, tanpa canggung iapun langsung berbaur dengan Anggota P3A yang sedang mengikuti Sekolah Lapang Iklim tersebut, dalam kunjungannya Kepala Dinas menyempatkan diri berdialog dengan anggota P3A sebelum menutup secara resmi kegiatan SLI tersebut.

Diapun mengaku senang bisa silaturahmi dan berhadapan langsung dengan petani, Dalam dialognya Dae Mpeo sapaan akrabnya mengaku akan mengakomodir semua permasalahan yang dihadapi petani saat ini termasuk permintaan bantuan bibit, bantuan mesin traktor, pompa air dan perbaikan jaringan yang memang sangat dibutuhkan oleh petani saat ini, namun semua itu harus melalui prosedur yang sudah ditentukan. “saya sangat senang ditempat ini bisa bertemu dan berdiskusi dengan bapak dan ibu, dan insya allah semua yang menjadi keluhan dan kebutuhan bapak-bapak akan kami akomodir, kalau tidak sekarang mungkin di tahun depan” katanya
Dihadapan Kadis Pertanian, beberapa petani menyampaikan keluhan mereka akan sulitnya mengairi lahan karena tidak tersedianya jaringan irigasi yang baik, merekapun mengangku memeiliki beberapa dam namun semua dam yang ada keadaanya rusak parah dan tidak memiliki jaringan irigasi, selain kebutuhan jaringan, petani meminta kepada kadis Pertanian agar diberikan bantuan mesin traktor karena petani sawe sangat kesulitan untuk mendapatkan mesin traktor ketika ingin menanam padi di sawah mereka.

“kami butuh sarana pertanian yang baik untuk mendukung kegiatan kami, seperti jaringan irigasi, mesin traktor dan mesin pompa air, kalau tidak ada itu maka kami tidak bisa bercocok tanam dengan baik, termasuk untuk mendukung program Pijar pemerintah” demikian diuangkapkan A. Talib Bakar Salah seorang anggota P3A Sonco Lopi.

Menanggapi hal tersebut Kadis Pertanian yang saat itu berada di tengah-tengah anggota P3A mengku siap membantu, hanya saja dia meminta kepada semua petani agar memaklumi jika bantuan yang diberikan pemerintah nanti tidak mencukupi sesuai dengan yang dibutuhkan petani, artinya kekuranganya sekiranya bisa dipenuhi oleh petani itu sendiri, dia melanjutkan agar kelompok tani yang ingin mendapatkan bantuan agar segera membuat proposal dan membawanya ke kantor
“saya siap membantu, namun harap maklum jika yang diberikan tidak semuanya terpenuhi karena kebutuhan petani di Dompu hampir sama dan semuanya ingin dilayani, silahkan buat proposal permohonan bantuan lalu bawa kekantor, kalau tidak serahkan kepada kepala UPTD Dinas Pertanian tanaman Pangan Kecamatan Hu’u, atau petugas dari Dinas Pertanian yang lain” dan disambut tepuk tangan meriah dari anggota P3A.
Setelah puas berdialog dengan petani, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Dompu, secara resmi menutup kegiatan Sekolah Lapang Iklim yang dilakukan di P3A Sonco Lopi Desa Sawe Kecamatan Hu’u, dan didampingi Panitia Kegiatan SLI melanjutkan kunjungan lapangannya Kelompok Tani lain di Kecamatan Hu’u.(op)

Berita 11

Peringati Kesaktian Pancasila dengan Jelajahi Tempat Bersejarah.

Hu’u – Berbagai macam kegiatan dilakukan untuk memperingati hari kaesaktian pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober lalu, mulai dari yang biasa seperti upacara bendera yang biasa dilakukan pegawai pemerintahan dan anak sekolah layaknya pada hari besar nasional lainnya, hingga kegiatan-kegiatan yang bernuansa ekstrim seperti mendaki gunung dan sejenisnya sebagaimana yang dilakukan oleh sekelompok anak muda yang ada di kecamatan Hu’u.

kelompok anak muda yang bernaung dibawah bendera pramuka dari SMAN 1 Hu’u, SMKN 1 Hu’u, Karangtaruna Doro Tune Desa Marada, dan Koran Pagi tepat tanggal 1 Oktober 2011 kemarin melakukan pendakian menaklukkan Sulitnya medan yang dilalui untuk mencapai puncank gunung kawawo dan gunung puma yang berada di wilayah Desa Hu’u Kecamatan Hu’u.

Meski tidak setinggi dan sejauh gunung Rinjani dan Tambora, namun pendakian yang menghabiskan waktu sekitar 4 jam lebih ini cukup memacu adrenalin peserta pendaki kerena medan yang dilalui terbilang berbahaya, namun hal itu jelas tidak menyurutkan semangat para anak muda ini untuk terus melanjutkan perjalanannya, namun beberapa diantara mereka mengaku kewalahan dan kapok untuk melakukannya lagi.
“saya pernah dua kali mendaki Gunung Rinjani dan dua kali mendaki Gunung Tambora, tapi tidak pernah menemukan medan yang seperti ini, padahal pendakian kita baru mencapai jarak 100 meter, bagaimana kalau sudah sampai puncak” demikian diucapkan Lilis Suryani salah seorang siswi SMAN 1 Hu’u ketika ditemui Koran Pagi saat istirahat disela-sela perjalanan.

Hal yang sama diucapkan Susi, ketika merasa kewalahan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 100 meter, dia mengaku kapok untuk melakukannya untuk kedua kalinya “saya pastikan ini yang pertama dan terakhir saya mendaki gunung ini”
Berbeda dengan Syahrul, guru dan juga ketua Karangtaruna Doro Tune Desa Marada ini mengaku senang bisa mendaki gunung puma apalagi bisa menjadi penunjuk jalan, padahal dia sudah dau kali mendaki gunung puma dan dalam waktu dekat akan mendaki lagi dengan beberapa siswanya. “insya allah dalam waktu dekat saya kembali lagi dengan siswa saya”.

Puncak Gunung kawawo dan puma memang tidak begitu terkenal dan setinggi gunung rinjani dan tambora atau gunung lain yang sering ditaklukkan oleh pendaki, namun pendakian gunung ini bukan hanya sekedar mendaki disamping pemandangannya yang menarik dan menyejukkan lebih dari itu kelompok anak muda ini melakukan penjelajahan terhadap beberapa tempat bersejarah yang konon dipercaya merupakan peninggalan nenek moyang kita dulu yang saat ini hampir dilupakan oleh sebagian masyarakat Hu’u dan perlu di lestarikan kembali.
Dipuncak Puma sendiri terdapat beberapa tempat bersejarah yang dipercaya merupakan peninggalan dari orang-orang terdahulu, mulai dari gubuk (salaja) meski mungkin sudah beberapa kali diperbaiki oleh beberapa orang yang sekedar singgah dan saat ini sudah reot, air yang mengalir dari pancuran, wadu kajuji, rade mbolo sampai wawo sigi semua itu merupakan tempat-tempat yang harus dijaga dan dilestarikan sebagai bukti bahwa di Hu’u terdapat peradaban yang sebelumnya pernah merajai daerah ini.

Dalam waktu dekat, sekelompok anak muda ini rencananya akan melakukan penjelajahan ke beberapa tempat bersejarah lainnya yang ada di kecamatan hu’u yang belum banyak di ketahui oleh masayarakat hu’u sendiri lebih-lebih masyarakat kabupaten Dompu, tujuannya untuk mengetahui lebih banyak tentang budaya dan sejarah lokal yang pernah ada di Kecamatan hu’u, lalu kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui media cetak dan online. Ada yang berminat…? (op)


Fit-X VS Honda Beat
Hu’u – Sebuah Tabrakan kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Hu’u, insiden ini terjadi di jalan Lintas Lakey Desa Adu sekitar pukul 08.30 wita (04/10/2011) kemarin saat kondisi jalan sedang sibuk, kecelakaan ini terbilang keras, karena kondisi masing – masing kendaraan rusak parah, tak tanggung-tanggung, bagian depan kendaraan hancur berkeping-keping, bahkan feleg kendaraan remuk dan sok depan patah, mesin salah satu sepeda motorpun pecah, untungnya kedua pengemudi masih bisa selamat, oleh warga setempat kedua pengemudi langsung dilarikan ke Puskesamas Rasabou

Mendengar informasi ini, Saat itu juga petugas kepolisian Polsek Hu’u langsung terjun ke TKP, dan langsung membawa kedua sepeda motor ke mapolres Dompu
Menurut saski mata, insiden ini terjadi ketika sepeda motor merek fit-X Nomor polisi EA 3686 MA yang dikendarai Gunturman (29thn) warga Desa Sawe melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara dan dari arah berlawanan sepeda motor Honda Beat dengan Nopol EA 2883 MA yang dikendarai jaenudin (20thn) warga adu tiba-tiba berbalik arah tanpa memperhatikan keadaan disekeliling, honda fit x yang berkecapatan tinggi tak mampu dikendalikan oleh pengendaranya dan kemudian menghantam Honda beat yang ada didepannya.

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam insiden ini hanyasaja kedua pengemudi mengalami luka yang cukup serius di bagian wajah, tangan dan kaki, namun kerugian materil diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Kapolsek Hu’u Iptu Rhemmi Beladona yang ditemui Koran Pagi untuk dimintai keterangan tidak berada di tempat karena sedang ada rapat dengan Kapolres di Markas Polres Dompu, nemun petugas jaga yang ditemui Koran Pagi membenarkan adanya kecelakaan itu, dan saat itu juga kedua sepeda motor langsung diangkut ke mapolres Dompu untuk diproses. (op)

Kamis, 29 September 2011

Berita 10

Kec. Hu’u Wakili Dompu di Tingkat Propinsi NTB

Hu’u – Setelah ditetapkannya sebagai pemenang dalam lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) tingkat Kabupaten Dompu beberapa waktu lalu, Hu’u menjadi kecamatan yang mewakili Kabupaten Dompu dalam Lomba Gerakan Sayang Ibu (GSI) tingkat Propinsi yang telah digelar hari rabu 28 September 2011 kamarin di aula kantor kecamatan Hu’u.

Kegiatan Gerakan Sayang Ibu (GSI) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan terutama dalam percepatan penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi dalam rengka peningkatan sumberdaya manusia, demikian diuangkapkan Ketua Tim penilai Allahgiani Nurhayati, SH ketika memberikan sambutannya kemarin, dia melanjutkan, bahwa Gerakan Sayang Ibu ini telah memberikan kontribusi yang telah dirasakan manfaatnya dengan adanya data berkurangnya jumlah angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas serta meningkatnya rujukan yang berhasil ditangani

“Kecamatan merupakan lini terdepan untuk mensinergikan antara pendekatan lintas sektoral dan masyarakat dengan pendekatan social budaya secara komprehensif” ungkapnya

Ditempat yang sama Camat Hu’u M. Yasin, S.Sos.MM dalam sambutannya merasa bangga dan bersyukur bahwa kecamatan Hu’u ini diberikan kepercayaan untuk mewakili Kabupaten Dompu dalam lomba GSI. “ini semua terjadi justeru karena bimbingan dan pembinaan baik dari tingkat priponsi maupun di tingkat Kabupaten”

Ia melanjutkan bahwa rasa bangga, dan terima kasihnya itu dipersembahkan kepada semua tenaga medis dan bidan desa yang ada di kecamata Hu’u, karean berkat kerja keras merekalah sehingga saat ini kecamatan Hu’u mampu meminimalisir angka kematian Ibu melahirkan dan angka kematian bayi menjadi nol. “ini berkat kerja keras tenaga medis dan bidan desa kita, mereka dengan sukarala dan ikhlas melaksanakan tugasnya, siang dan malam bahkan tidur mereka terganggu demi melayani masayrakat kita” katanya.

Setelah melakukan acara seremaonial di aula kantor camat Hu’u, tim yang didampingi ketua penggerak PKK Kabupaten Dompu, Ketua Penggerak PKK Kecamatan Hu’u, Kadis Kesehatan Kab.Dompu, Kepala BPPKB Kab. Dompu, Camat Hu’u dan beberapa tokoh masyarakah melakukan kunjungan ke dua Desa yang menjadi desa perwakilan GSI tingkat Propinsi yaitu Desa Sawe dan Desa Jala. (op)

Minggu, 25 September 2011

Berita 9

Isu Selingkuh Makin Hangat

Hu’u – setelah diberitakan di Koran ini edisi sebelumnya, Isu perselingkuhan yang menyeret beberapa nama di kalangan pejabat dan pns di tubuh Dinas Dikpora kecamatan Hu’u justeru menjadi bahan perbincangan dan diskusi kalangan tertentu, termasuk para guru dan masyarakat biasa, nama wartwan Koran Pagipun mendadak terkenal bak selebritis yang sedang naik daun, rupanya isu ini berhasil menyita perhatian beberpa kalangan, bahkan beberapa diantara mereka dibuat tidak bisa tidur. Sebelumnya isu yang sama sempat menjadi bahan diskusi pada sebuah seminar pendidkan yang diadakan mahasiswa Hu’u – Makasar di aula kantor kecamatan Hu’u, seorang peserta seminar RH (27) sempat nyeletuk dengan ucapan “kita tidak perlu terlalu ber-retorika tentang dunia pendidikan, lakukan dulu pembinaan kepada beberapa kepsek yang terlibat perselingkuhan, karena itu akan mencoreng dunia pendidikan kita”

Reaksi ketakutan yang berlebihan-pun ditunjukan beberapa pejabat Dinas Dikpora Kecamatan Hu’u yang ditengarai merupakan oknum pelaku perselingkuhan layaknya orang yang sedang kebakaran jenggot hingga akhiranya Koran Pagi-pun mendengar isu beberapa oknum tersebut berniat melaporkan Camat Hu’u M. Yasin S.Sos.MM ke Polisi terkait steitmentnya seperti yang dilansir Koran ini edisi sebelumnya.
Bukan hanya itu, wartawan Koran pagipun sempat diisukan akan dilaporkan kepolisi oleh oknum tertentu atas pemberitaan yang dimuat Koran pagi sebelumnya, kabarnya isu ini sengaja dihendus-henduskan untuk menakut-nakuti wartawan Koran pagi, lalu benarkah laporan terhadap wartawan ini sudah masuk ke meja kepolisian? Tuduhan apa yang menjadi dasar laporan tersebut? Dan bagaimanakah tanggapan masyarakat, beberapa guru dan kepala sekolah termasuk pengawas terkait isu lapor-melapor polisi ini?

Dari hasil diskusi ringan Koran Pagi dengan beberapa Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama beberapa hari terakhir ini, tentu saja di tempat berbeda dan waktu yang berbeda pula kebanyakan dari mereka mengatakan hal yang hampir sama bahwa niat beberapa oknum yang ingin melaporkan wartawan Koran Pagi dan Camat Hu’u ke polisi merupakan keputusan dan tindakan yang keliru sebab dengan demikian secara tidak langsung mereka menunjukan kepada masyarakat bahwa benar mereka melakukan perselingkuhan, “kenapa harus lapor polisi kalau tidak berbuat” demikian ungkap seorang guru
Beberapa kepala sekolahpun mengatakan hal yang sama, malah lebih jau meminta kepada Koran Pagi untuk terus mengupas tuntas isu perselingkunan ini. “saya dukung, isu perselingkuhan ini harus diusut tuntas, ulah mereka merusak moral dan citra guru, kalau betul mereka lapor polisi, maka saya berada di pihak kalian” demikian ungkap salah seorang Kepala Sekolah Dasar yang memang sudah risih dengan ulah beberapa oknum tersebut ketika ditemui Koran pagi dirumahnya beberapa waktu lalu.

Hal yang sama diungkapkan seorang pengawas SD ketiak ditemui Koran pagi dirumahnya beberapa waktu lalu, dia mengatakan "untuk apa tersinggung, apalagi sampai lapor polisi, itu tindakan yang keliru, intropeksi diri sedikit mungkin ini peringatan buat mereka supaya bisa mengurangi intensitas perbuatan mereka”
Namun untuk memastikan benar atau tidaknya isu yang beredar tersebut, hari Minggu (25/09/2011) kemarin Koran pagi secara resmi mendatangi kantor Kepolisian Sektor (polsek) Hu’u, Kapolsek Hu’u Iptu Rhemmi Beladona yang ditemui Koran Pagi mengatakan samapai saat ini (25/09) belum menerima laporan tersebut, “sampai sekarang beluma ada laporan yang masuk” katanya.

Lalu benarkah isu tersebut sengaja diendus-enduskan hanya untuk menakut-nakuti? Malah banyak kalangan yang menilai bahwa penyebaran isu tersebut hanyalah gertak sambal yang sengaja disebarkan dengan niat menakut-nakuti. (op)



2.150 Hektar Lahan Disiapkan

Hu’u – Sedikitnya 2 ribu lebih hektar lahan kering, lahan tidur dan lahan tadah hujan yang ada di kecamatan Hu’u disiapkan untuk mendukung program Pijar dan tersebar di seluruh Desa, rencananya, lahan ini disiapkan untuk menanam jagung dimusim tanam tahum 2012 mendatang. Hal ini disampaikan Camat Hu’u M. Yasin, S.Sos.MM ketika memimpin rapat persiapan pemantapan lahan untuk mendukunng program pijar untuk penanaman jagung di aula Kantor Kecamatan Hu’u minggu (24/09/2011) kemarin.

Rapat yang Dihadiri oleh Ketua SATLAK Kabupaten Dompu, Pejabat Kantor KP3, Unsur Muspika Kecamatan Hu’u, Kepala Desa se-Kecamatan Hu’u, BPP, KCD, seluruh PPL, Distributor dan Penyalur Pupuk yang ada di Kecamatan Hu’u ini membahas tentang pemantapan lokasi yang akan dijadikan lokasi untuk menanam jagung musim tanam 2012 mendatang, selain itu oreantasinya adalah bagaimana caranya kedepan bisa mengatasi kebutuhan petani berupa sarana dan prasaran pendukung termasuk keterseidaan air.
“insya Allah kami sudah siapakan lahan sekitar 2.150 Ha untuk menanam jagung untuk mendukung program pijar pada musim tanam tahun 2012 mendatang” demikian yang diungkapakan pak Yasin ketika ditemui Koran pagi durmahnya (25/09/2011) kemarin.

Dia melanjutkna, bahwa dirinya optimis kalau program ini akan berhasil, mengingat antusias masyarakat yang sangat besar apalagi untuk menanam jagung tidak membutuhkan biaya yang besar. Lebih lanjut ia mengaku bangga dan bersyukur dengan adanya program pijar ini, karena program ini sudah terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, “saya optimis, karena dengan hasil jagung petani kita sudah dapat mengantongi uang puluhan juta rupiah”
Meski demikian, dirinya mengaku bahwa ada beberapa kendala yang sering dihadapi petani dalam hal penanaman jagung, salah satunya adaah ketersediaan air, saat ini ketersediaan air untuk mengairi lahan petani di kecamatan Hu’u sangat terbatas sehingga membuat tanaman jagung menjadi kerdil, dia berharap kepada pejabat yang berwenang untuk dapat membantu sehingga petani bisa mendapakan air termasuk mendukung rencana pembangunan Dam Kalate sandundu. “Kalau Dam Kalate Sadudndu sudah dibangun, maka kesejahteraan masyarakat Hu’u akan terjamin sesuai dengan potensi alam yang dimiliki lebih-lebih animo masyarakat yang sangat tinggi utuk menanam jagung dengan demikian mereka akan hidup dengan lebih baik” (op)

Hu’u Masih Kondusif

Hu’u – Keberadaan PT STM yang saat ini sedang melakukan eksplorasi di Kecamatan Hu’u disambut pro dan kontra oleh masyarakat Kabupaten Dompu, hal ini tentu saja mempengaruhi kondisi keaman disuatu wilayah, apa lagi dengan hadirnya demo tolak tambang yang hampir tiap hari mendatangi halaman depan Gedung Kantor DPRD Dompu, keadaan ini tentu saja akan mempengaruhi kosndisi wilayah tersebut.

Namun keadaan itu tidak mempengaruhi aktifitas masyarakat yang ada di kecamatn Hu’u termasuk aktifitas perusahaan PT STM karena sampai saat ini kondisi keamanan di wilayah kecamatan Hu’u masih terbilang aman dan kondusif, hal ini di akui Kapolsek Hu’u Iptu Rhemmi Beladona yang ditemui Koran pagi di ruang kerjanya (25/09/2011) kemarin. Dia mengatakan sapai saat ini wilaya kecamatan hu’u masih aman dan terkendali. “Hu’u masih Kondusif”

Untuk mengantisipasi terjadinya keributan dan hal-hal yang tidak diinginkan yang akhirnya membuat wilayah ini menjadi tidak aman, pihaknya tetap selalu melakukan monitoring terutaman disetiap tempat keramian, dan berkoordinasi dengan tikoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, di kantor PT STM-pun bihaknya selalu menurunkan personilnya untuk bberjaga-jaga sehingga tidak terjadi keributan.
“setiap hari 2 personil dari polsek Hu’u, 2 personil dari polsek Pajo dan 4 personil anggota brimob selalu kami kerahkan untuk menjaga kondisi agar selalu aman dan kondusif”

Ditempat terpisah, Camat Hu’u M. Yasin, S.Sos,MM mengatakan hal yang saman, bahwa keadaan di kecamatan Hu’u sampai saat ini masih aman dan kondusif, diapun mengaku setiap malam selalu melakukan monitoring terhadap perkembangan wilayahnya. “aman terkendali” katanya singkat. (op)

Pelaku Masih Buron

Hu’u – Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang membawa kabur 2 unit sepeda motom milik H. Abakar Erucakra seperti yang telah dilansir Koran ini edisi sebelemunya, sampai saat ini masih menjadi buronan polisi, dari informasi yang berhasil dihimpun Koran pagi, diduga saat ini pelaku masih berada dalam wilayah Kabupaten Dompu, itu artinya kemungkinan besar dalam waktu dekat pelaku akan berhasil dirinkgus bersama barang bukti.

Demikian diungkapkan Kapolsek Hu’u Iptu Rhemmi Beladona ketika ditemui Koran Pagi diruang kerjanya (25/09/2011) kemarin, dia mengatakan saat ini pelaku masih menjadi buronan polisi. “dari beberapa informasi yang kami terima, kemungkinan besar pelaku masih berkeliaran di wilayah Kabupaten Dompu, namun pastinya dimana itu belum jelas”.

Namun sampai saat ini pihkanya masih terus melakukan pencarian terhadap pelaku dan terus berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Resort Dompu, memperketat penjagaan untuk menghindari kaburnya pelaku ke daerah lain yang akhirnya mempersulit pencarian. (op)

Betita 8

Kades Hu’u Bantah Bagi-bagi Tanah.

Hu’u – Isu bagi-bagi tanah yang dituduhkan kepada Kepala Desa Hu’u, menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat Kecamatan Hu’u lebih-lebi Masyarakat Desa Hu’u sendiri, isu inipun bahkan menyeret nama Camat Hu’u M. Yasin, S.Sos.MM yang dilaporkan warga setempat pernah memungut uang sebesar Rp. 300 ribu rupiah/KK, kabarnya uang itu akan digunakan untuk membuat sppt tanah yang telah dibagi-bagi tersebut, namun isu ini dibantah oleh Kepala Desa Hu’u.

Kepala Desa Hu’u Masiah Wati, S.Ag yang ditemui Koran Pagi dirumahnya (23/09/2011) kemarin membenarkan adanya isu yang menuduh dirinya telah membagi-bagi tanah, namun saat dikonfirmasi terkait isu itu dia membatah telah membagi-bagi tanah tersebut, dia mengtakan sampai saat ini dirinya tidak pernah membagi-bagi tanah kepada siapapun seperti yang diisukan, apalagi tanah yang berada didalam kawasan hutan, diapun membantah telah meminta sejumlah uang kepada masyarakat Hu’u. “Informasi itu tidak benar, saya tidak pernah membagi-bagi tanah kepada siapapun karena itu bukan wewenang saya, apalagi berada di dalam kawasan hutan”

Ditempat yang sama Mantan Kades Hu’u Suami Kades Hu’u Sekarang red Muhammad Taher mengakui adanya isu tersebut, dia pun mengatakan “bunuh diri kalau berani melakukan hal itu” katanya, dia melanjutkan bahwa benar dia telah membagi-bagi tanah, namun tanah yang dibagi adalah bukan merupakan tanah didalam kawasan melainkan tanah miliknya sendiri yang akan dibagikan pinjam pakai red kepada warga yang ingin menanam jagung dan tidak diminta imbalan uang sepeserpun.

“tanah yang dibagi adalah tanah milik saya sendiri yang sudah pernah digarap bertahun-tahun, tanah itu saya pinjamkan kepada warga untuk menanam jagung, saya tidak meminta imbalan berupa uang, yang saya minta pagar yang mereka pakai untuk memagar lahan tersebut jangan sampai dicabut kembali dan dibawa pulang itu saja” katanya tegas. Saat ini pihaknya sedang mencari penyebar isu tersebut. (op)

20% Siswa Harus Dijempu

Hu’u – Terlepas dari tugas dan tanggungjawabnya sebagai seorang guru dan kepala sekolah, apa yang dilakukan Kepala Sekolah dan Guru di SMPN2 Hu’u ini patut diancungi jempol, pasalnya hampir setiap hari mereka melakukan dua pekerjaan sekaligus, selain mengajar, para guru ini harus menjemput beberapa murid yang tidak masuk sekolah dirumahnya masing-masing, bahkan ada yang harus dijemput dikebun dan pantai, ini menandakan betapa pedulinya mereka terhadap dunia pendidikan dan masadepan anak bangsa, namun lain yang dipikirkan siswa dan orang tuanya, kadang pekerjaan di ladang dan di pantai bahkan menjadi penting dari belajar disekolah sehingga menjadikan alasan orang tua siswa untuk dengan sengaja membiarkan anaknya tidak masuk sekolah.

Bukan hanya pada saat jam pelajar biasa, pada saat ujian kenaikan kelas dan ujian akhir nasionalpun kerap kali mereka tidak datag dan lagi-lagi tugas berat benjemput siswa ini harus dijalani oleh beberapa guru yang ada di SMPN2 Hu’u ini, kebiasaan ini bisa jadi mencerminkan betapa kaburnya makna pendidikan bagi sebagian orang sehingga mereka menjadi malas belajar dan lebih memilh bekerja membantu orang tua disawah dan diladang ketimbang memikirkan pendidkan mereka, padahal pendidkan saat ini sangat menentukan masa depan mereka kelak.

Ketika dijemput, berragam persoalan diutarakan siswa dan orangtuanya dan itu menjadi alasan kenapa anaknya tidak masuk sekolah, misalnya seragamnya basah dan kotor, padahal itu alasan yang sangat tidak masuk akal.

Hal ini diakui Kepala SMPN 2 Hu’u Sabran, S.Pdi ketika ditemui Koran pagi diruang kerjanya (23/09/2011) kemarin, dia mengutarakan betapa sulitnya mengajak siswa untuk datang kesekolah, bahkan alasan yang tidak masuk akalpun menjadi pilihan mereka “hapir tiap hari kita mendatangi rumah mereka, menjemput, memberikan pengarahan kepada orang tuanya, dan alasannya setiap dijemput itu-itu saja, kami tak habis pikir, apa yang ada dalam pikiran mereka”.

Menghadapi persolan seperti ini, Pak Sabran sapaan akrabnya mengaku pasrah dengan tingkah laku siswanya, “mau bagai mana lagi, mau atau tidak pekerjaan tambahan menjemput siswa ini harus kami lakukan karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai tenaga pengajar”.

Persoalan yang dihadapi Kepsek dan guru SMPN2 Hu’u ini, merupakan persoalan yang mungkin saja kerap kali terjadi di sekolah-sekolah lain, apapun bentuknya kita patut berbangga dan berterima kasih kepada mereka, namun tentu saja ini merupakan PR dan tugas besar bagi Dinas Dikpora Kabupaten Dompu untuk mampu membuat program yang akhirnya bisa memompa dan memacu semangat, serta memberikan motifasi kepada siswa untuk mau bersekolah dan terus belajar. (op)